Nasehat ini untuk semuanya ..........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.
Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci........... ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.....
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan..... Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta....
Namun...... jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu".....
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng..
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek........
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu".....
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu....
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya......
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth.....
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu....
Didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....
Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah...
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam....
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...
Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu...
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan..... Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka...... jangan..........
Jika engkau menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.
Mohonlah kepada Allah..........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.
Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid.........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....
Amin....
hallo sobat.... disini tempat segala informasi, mulai dari komputer,internet,bisnis,peluang usaha,software,game,kerja sama,informasi mistis,tempat-tempat pesugihan,barang-barang bertuah,mp3,video,wallpaper,theme, sampai dengan skripsi.
Showing posts with label mutiara hati. Show all posts
Showing posts with label mutiara hati. Show all posts
Wednesday, November 11, 2009
TUJUH HARI HIDUP DALAM KUBUR
Ada seorang pemuda Bani Isroil yang menderita sakit keras berkepanjangan. Melihat kondisi anaknya yang tak kunjung sembuh sang ibu bernadzar, ”Yaa Allah, jika Engkau berkenan memberikan kesembuhan pada anakku, maka aku akan melaksanakan “pendem bumi” atau berada dalam bumi selama tujuh hari”. Tidak lama setelah sang ibu bernadzar, Allah mengabulkan permohonannya, pemuda yang sakit tadi akhirnya sembuh total. Namun, setelah beberapa hari dari kesembuhan anaknya, sang ibu tak kunjung melaksanakan nadzarnya. Suatu malam ibu tadi bermimpi, ia bertemu ular yang bisa berbicara,
“Wahai ibu, cepatlah engkau laksanakan nadzarmu sebelum Allah menimpakan bala padamu”. keesokan harinya ia bercerita tentang mimpi tersebut pada anaknya, dan ia berkata, “Wahai anakku, untuk melaksanakan nadzarku, maka galilah tanah di kuburan umum sana”. Sang anak dengan sangat berat hati dan deraian air mata yang bercucuran karena begitu terharu melihat pengorbanan ibunya, akhirnya menggali tanah di kuburan sesuai dengan nadzar sang ibu. Dan ketika sudah selesai penggalian, lalu pemuda tadi memasukkan ibunya dalam kubur tersebut, dan ketika itu ibu berdo’a, ”Yaa Allah, Engkau telah mengabulkan permintaanku sehingga anakku telah sembuh dari sakitnya, dan dengan ini aku melaksanakan apa yang menjadi nadzarku, maka jagalah aku dalam kubur ini dari segala bahaya”. Dan rupanya Allah ta’ala mengabulkan apa yang menjadi do’a ibu tadi, dan ketika di dalam kubur, ibu tadi melihat diatas kepalanya terdapat sinar yang terang dan ia melihat ada sebuah kamar yang terbuat dari kaca di tengah kebun yang indah, yang di jaga oleh dua wanita yang cantik jelita. Wanita : “Wahai ibu, kemarilah” (dan ibu tadi langsung menghampirinya) Ibu :”Assalamu’alaikum….” (namun salam tersebut tidak dijawab) Ibu tadi melihat kejadian yang aneh pada kedua wanita tersebut yang kondisinya sangatlah berbeda. Yang satu dikipasi oleh seekor burung dengan sayapnya, namun yang satunya lagi kepalanya di patuk oleh seekor burung hingga darahnya bercucuran. Ibu tersebut bertanya pada wanita yang pertama : “Amal apakah yang engkau lakukan, sehingga kamu memperoleh kemuliaan yang sangat besar ini ?” wanita pertama menjawab : “Di dunia aku selalu ta’at pada suamiku, sehingga suamiku meridhoi aku ketika aku mati dan Allah meridhoi keta’atanku pada suamiku dan ketaatanku pada-Nya”. Lalu ibu tadi bertanya pada wanita yang kedua : “Dengan sebab apa kamu mendapat siksaan yang amat pedih ini ?” wanita menjawab : “Di dunia dulu akau adalah seorang wanita yang sholehah dan rajin ibadah, namun pada suatu hari aku tidak patuh pada suamiku dan suamiku tidak ridho ketika aku mati, maka disini aku mendapatkan kemuliaan berupa kamar dan taman yang indah, karena ibadahku, namun aku juga mendapat siksaan yang pedih karena aku tidak taat pada suamiku, maka hai ibu ketika kamu nanti kembali ke dunia, aku minta tolong agar engkau mau memintakan ma’afku pada suamiku”. Setelah berlalu tujuh hari maka kedua wanita tersebut berkata : “Wahai ibu, sudah tujuh hari kamu berada disini dan ini saatnya ibu kembali, karena anakmu sudah menunggumu dan sekarang ia sedang menggali kuburmu”. Ibu tersebut bergegas kembali ke kuburnya dan saat itu juga anaknya sudah selesai menggali kuburnya, lalu ia pun keluar dari kuburnya bersama anaknya yang menjemput tadi. Dan sesampai di rumah maka mulai saat itu juga ibu tadi di datangi banyak tamu untuk menanyakan kejadian yang telah terjadi atas dirinya, dan salah satunya adalah suami dari wanita yang ia temui di alam kubur. Dan ibu tadi bercerita tentang kejadian yang menimpa pada istrinya yang ia temui di alam kubur dan ibu tadi menyampaikan pesan agar suami memberikan ma’af pada istrinya. Mendengar penuturan sang ibu tadi, suami tadi menangis, ia merasa sangat kasihan terhadap istri yang dulu sangat dicintinya. Lalu iapun memberikan ma’af pada istrinya dan mendo’akannya agar ia segera mendapat ampunan dari Allah Swt. Pada malam hari setelah sang suami tadi memberikan ma’afnya kepada istri yang sudah di dalam kubur, ibu tadi bermimpi bertemu dengan wanita yang ia temui di alam kubur dan sekarang keadaanya lebih baik karena sudah dibebaskan dari siksa sebab pemberiaan ma’af dari suaminya.
(Syeikh Ahmad Syihabuddin Al Qulyubi ra)
“Wahai ibu, cepatlah engkau laksanakan nadzarmu sebelum Allah menimpakan bala padamu”. keesokan harinya ia bercerita tentang mimpi tersebut pada anaknya, dan ia berkata, “Wahai anakku, untuk melaksanakan nadzarku, maka galilah tanah di kuburan umum sana”. Sang anak dengan sangat berat hati dan deraian air mata yang bercucuran karena begitu terharu melihat pengorbanan ibunya, akhirnya menggali tanah di kuburan sesuai dengan nadzar sang ibu. Dan ketika sudah selesai penggalian, lalu pemuda tadi memasukkan ibunya dalam kubur tersebut, dan ketika itu ibu berdo’a, ”Yaa Allah, Engkau telah mengabulkan permintaanku sehingga anakku telah sembuh dari sakitnya, dan dengan ini aku melaksanakan apa yang menjadi nadzarku, maka jagalah aku dalam kubur ini dari segala bahaya”. Dan rupanya Allah ta’ala mengabulkan apa yang menjadi do’a ibu tadi, dan ketika di dalam kubur, ibu tadi melihat diatas kepalanya terdapat sinar yang terang dan ia melihat ada sebuah kamar yang terbuat dari kaca di tengah kebun yang indah, yang di jaga oleh dua wanita yang cantik jelita. Wanita : “Wahai ibu, kemarilah” (dan ibu tadi langsung menghampirinya) Ibu :”Assalamu’alaikum….” (namun salam tersebut tidak dijawab) Ibu tadi melihat kejadian yang aneh pada kedua wanita tersebut yang kondisinya sangatlah berbeda. Yang satu dikipasi oleh seekor burung dengan sayapnya, namun yang satunya lagi kepalanya di patuk oleh seekor burung hingga darahnya bercucuran. Ibu tersebut bertanya pada wanita yang pertama : “Amal apakah yang engkau lakukan, sehingga kamu memperoleh kemuliaan yang sangat besar ini ?” wanita pertama menjawab : “Di dunia aku selalu ta’at pada suamiku, sehingga suamiku meridhoi aku ketika aku mati dan Allah meridhoi keta’atanku pada suamiku dan ketaatanku pada-Nya”. Lalu ibu tadi bertanya pada wanita yang kedua : “Dengan sebab apa kamu mendapat siksaan yang amat pedih ini ?” wanita menjawab : “Di dunia dulu akau adalah seorang wanita yang sholehah dan rajin ibadah, namun pada suatu hari aku tidak patuh pada suamiku dan suamiku tidak ridho ketika aku mati, maka disini aku mendapatkan kemuliaan berupa kamar dan taman yang indah, karena ibadahku, namun aku juga mendapat siksaan yang pedih karena aku tidak taat pada suamiku, maka hai ibu ketika kamu nanti kembali ke dunia, aku minta tolong agar engkau mau memintakan ma’afku pada suamiku”. Setelah berlalu tujuh hari maka kedua wanita tersebut berkata : “Wahai ibu, sudah tujuh hari kamu berada disini dan ini saatnya ibu kembali, karena anakmu sudah menunggumu dan sekarang ia sedang menggali kuburmu”. Ibu tersebut bergegas kembali ke kuburnya dan saat itu juga anaknya sudah selesai menggali kuburnya, lalu ia pun keluar dari kuburnya bersama anaknya yang menjemput tadi. Dan sesampai di rumah maka mulai saat itu juga ibu tadi di datangi banyak tamu untuk menanyakan kejadian yang telah terjadi atas dirinya, dan salah satunya adalah suami dari wanita yang ia temui di alam kubur. Dan ibu tadi bercerita tentang kejadian yang menimpa pada istrinya yang ia temui di alam kubur dan ibu tadi menyampaikan pesan agar suami memberikan ma’af pada istrinya. Mendengar penuturan sang ibu tadi, suami tadi menangis, ia merasa sangat kasihan terhadap istri yang dulu sangat dicintinya. Lalu iapun memberikan ma’af pada istrinya dan mendo’akannya agar ia segera mendapat ampunan dari Allah Swt. Pada malam hari setelah sang suami tadi memberikan ma’afnya kepada istri yang sudah di dalam kubur, ibu tadi bermimpi bertemu dengan wanita yang ia temui di alam kubur dan sekarang keadaanya lebih baik karena sudah dibebaskan dari siksa sebab pemberiaan ma’af dari suaminya.
(Syeikh Ahmad Syihabuddin Al Qulyubi ra)
BUDAK ISTIMEWA
Pada suatu hari ada seseorang membeli budak, dan budak yang akan dibelinya tersebut berkata : “Tuan aku mau menjadi budakmu asal tuan mau memenuhi tiga syarat yang aku ajukan : 1.ketika masuk waktu sholat fardlu, maka tuan harus mengizinkan aku untuk menunaikan sholat. 2.Aku mau melayani tuan hanya di waktu siang dan aku tidak mau melayani tuan di waktu malam. 3.Sediakanlah ruangan atau kamar bagiku yang tidak baleh masuk kecuali aku. Lalu tuan tersebut berkata : ”Baik, semua permintaanmu aku penuhi”. Selanjutnya si budak tersebut di perlihatkan beberapa kamar dan ia disuruh untuk memilihnya, dan si budak tersebut memilih kamar yang rusak berantakan. Melihat pilihan sang budak, sang tuan menjadi heran dan bertanya :
“Kenapa engkau memilih kamar yang rusak, berantakan, padahal masih ada kamar yang lebih bagus ?” budak menjawab : “Apa tuan tidak tahu, justru dalam kamar yang rusak ini aku merasa nyaman dan khusuk beribadah kepada Allah ta’ala”. Maka takkala malam telah tiba, sibuklah si budak dalam kamarnya. Hingga pada suatu malam, tuan ini berjalan-jalan menengok beberapa kamar yang ada dalam rumahnya, maka tertujulah pandangannya pada kamar si budak, tiba-tiba ada cahaya yang memancar dari kamar tersebut sampai ke langit, sedang ia melihat si budak dalam posisi duduk bermunajat pada Tuhannya dengan berdo’a : “Wahai Tuhanku, di siang hari Engkau telah wajibkan aku untuk melayani tuanku, sehingga hannya di malam harilah aku bisa melayani-Mu (bermunajat pada-Mu), maka ampunilah hamba ini”. Tuan tersebut berdiri tanpa bergeming karena keheranan, hingga fajar datang dan lenyaplah cahaya yang memancar dari kamar si budak. Tuan tadi lalu kembali ke kamar sambil menceritakan kejadian yang baru terjadi pada istrinya. Lalu pada malam yang berikutnya, keduanya ingin melihat si budak, dan kejadian aneh itu terjadi pada diri si budak lagi. Dan pada pagi hari keduanya memanggil si budak, dan berkata : “Engkau kumerdekakan, karena engkau adalah hamba Allah ta’ala yang diberikan keistimewaan, dan keduanya bercerita pada si budak atas sesuatu yang ia lihat pada malam-malam tersebut, lalu si budak mengangkat kedua tangannya dan berkata : “Wahai Tuhanku, aku telah meminta kepada-Mu, agar tidak membuka tutupku/satirku, dan untuk tidak menampakkan haliyahku (keadaan sebenarnya) maka takkala Engkau membukanya maka cabutlah nyawaku kehadiratmu”. Subhaanallah, setelah si budak tersebut berdo’a, seketika itupun ia meningggal dunia.
(Syeikh Ahmad Syihabuddin Al Qulyubi ra)
“Kenapa engkau memilih kamar yang rusak, berantakan, padahal masih ada kamar yang lebih bagus ?” budak menjawab : “Apa tuan tidak tahu, justru dalam kamar yang rusak ini aku merasa nyaman dan khusuk beribadah kepada Allah ta’ala”. Maka takkala malam telah tiba, sibuklah si budak dalam kamarnya. Hingga pada suatu malam, tuan ini berjalan-jalan menengok beberapa kamar yang ada dalam rumahnya, maka tertujulah pandangannya pada kamar si budak, tiba-tiba ada cahaya yang memancar dari kamar tersebut sampai ke langit, sedang ia melihat si budak dalam posisi duduk bermunajat pada Tuhannya dengan berdo’a : “Wahai Tuhanku, di siang hari Engkau telah wajibkan aku untuk melayani tuanku, sehingga hannya di malam harilah aku bisa melayani-Mu (bermunajat pada-Mu), maka ampunilah hamba ini”. Tuan tersebut berdiri tanpa bergeming karena keheranan, hingga fajar datang dan lenyaplah cahaya yang memancar dari kamar si budak. Tuan tadi lalu kembali ke kamar sambil menceritakan kejadian yang baru terjadi pada istrinya. Lalu pada malam yang berikutnya, keduanya ingin melihat si budak, dan kejadian aneh itu terjadi pada diri si budak lagi. Dan pada pagi hari keduanya memanggil si budak, dan berkata : “Engkau kumerdekakan, karena engkau adalah hamba Allah ta’ala yang diberikan keistimewaan, dan keduanya bercerita pada si budak atas sesuatu yang ia lihat pada malam-malam tersebut, lalu si budak mengangkat kedua tangannya dan berkata : “Wahai Tuhanku, aku telah meminta kepada-Mu, agar tidak membuka tutupku/satirku, dan untuk tidak menampakkan haliyahku (keadaan sebenarnya) maka takkala Engkau membukanya maka cabutlah nyawaku kehadiratmu”. Subhaanallah, setelah si budak tersebut berdo’a, seketika itupun ia meningggal dunia.
(Syeikh Ahmad Syihabuddin Al Qulyubi ra)
Hikmah Berbakti Pada Orang Tua
Suatu hari Nabi Sulaiman as. melakukan perjalanan dengan terbang di udara mengendarai angin yang memang telah patuh pada beliau as. Nabi Sulaiman melayang-layang diatas lautan yang luas. Pada saat Nabi Sulaiman as. mengarahkan pandangannya ke dasar laut yang dalam, disitu terdapat suatu benda yang memantulkan cahaya dan sinarnya naik sampai ke permukaan laut. Nabi Sulaiman as. menyuruh angin untuk berhenti agar beliau bisa lebih seksama mengamati benda tersebut. Saat itu Nabi Sulaiman as. memerintahkan beberapa jin untuk mengambil benda tersebut yang tidak lain adalah sebuah kubah yang sangat indah yang terbuat dari batu zamrud.
Nabi Sulaiman as. sangat heran dan kagum atas keberadaan benda tersebut. Hal ini bukan hanya dikarenakan atas keindahan dan sinarnya yang memancar, tetapi di dalam kubah tersebut terdapat sesuatu yang tersembunyi. Nabi Sulaiman as. Lalu berdo’a, memohon kepada Allah Swt. agar diperlihatkan sesuatu yang ada dalam kubah tersebut. Seketika itu do’a Nabi Sulaiman as. dikabulkan oleh Allah Swt, kubah tersebut mulai terbuka secara perlahan-lahan, dan mulailah terlihat seorang pemuda yang sedang bersujud pada Allah Swt.
Nabi Sulaiman as. lalu bertanya pada pemuda yang terdapat dalam kubah tersebut. Nabi Sulaiman, “Assalamu’alaikum, ki sanak apakah kamu itu manusia malaikat atau jin ? Pemuda, “Aku adalah manusia biasa”. Nabi Sulaiman, “Kalau kamu manusia biasa, mengapa kamu bisa hidup ditempat seperti ini dan apa sebabnya kamu mendapat karomah dan kemuliaan yang sangat mulia ini dari Allah ? Pemuda, “Aku tidak tahu, tetapi sewaktu aku hidup di dunia aku sangat menghormati dan menyayangi kedua orang tuaku. Dahulu aku mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta. Keadaan ibuku sangat lemah, kemanapun aku pergi aku selalu menggendongnya dan aku selalu melayani apapun yang menjadi kebutuhannnya. Suatu hari ibuku berdo’a, “Ya Allah, apabila aku meninggal mendahului anakku nanti, berikanlah kemulyaan padanya, karena aku sangat menyayangi dan mencintainya. Tempatkanlah ia tidak di langit dan tidak di bumi”.
Pada suatu hari, setelah ibuku meninggal, aku berjalan-jalan di tepi laut untuk melihat pemandangan sambil melihat-lihat kekuasaan Allah. Saat itu aku di kejutkan oleh suatu benda yang bercahaya dari dalam laut. Lama-kelamaan benda tersebut naik ke permukaaan dan mulai menepi menghampiriku. Benda yang tidak lain adalah sebuah kubah putih dengan cahaya nya yang berkilauan itu mulai terbuka pintunya dan aku pun masuk ke dalamnya dan saat itulah pintunya tertutup dengan sendirinya. Setelah itu aku tidak tahu apakah aku berada di bumi atau di langit, dan Allah telah mencukupi segala kebutuhanku di dalamnya.
Nabi Sulaiman, “Bagaimana Allah memberikan rizki padamu”? Pemuda, “Ketika aku merasakan lapar maka dinding kubah ini mengeluarkan pohon yang berbuah yang buahnya tiada pernah aku temui di dunia dan di sebelahnya memancarkan air yang putih jernih lebih jernih dari air dunia dan rasanya lebih manis dari madu dan setelah aku merasa kenyang maka pohon serta mata air tadi kembali masuk dalam dinding kubah”. Nabi Sulaiman, “Bagaimana kamu mengetahui malam dan siang?” Pemuda, “Jika dinding kubah ini bersinar maka itu bertanda siang hari, dan jika sinarnya hilang maka itu bertanda malam hari”.
Melihat kejadian yang luar biasa itu, Nabi Sulaiman as. memuja dan mengagungkan nama Allah dan berdo’a agar kubah tersebut tertutup kembali dan memerintahkan pada jin untuk mengembalikan kubah tersebut ke asalnya yaitu di dasar laut yang dalam. (An Nawaadir)
Nabi Sulaiman as. sangat heran dan kagum atas keberadaan benda tersebut. Hal ini bukan hanya dikarenakan atas keindahan dan sinarnya yang memancar, tetapi di dalam kubah tersebut terdapat sesuatu yang tersembunyi. Nabi Sulaiman as. Lalu berdo’a, memohon kepada Allah Swt. agar diperlihatkan sesuatu yang ada dalam kubah tersebut. Seketika itu do’a Nabi Sulaiman as. dikabulkan oleh Allah Swt, kubah tersebut mulai terbuka secara perlahan-lahan, dan mulailah terlihat seorang pemuda yang sedang bersujud pada Allah Swt.
Nabi Sulaiman as. lalu bertanya pada pemuda yang terdapat dalam kubah tersebut. Nabi Sulaiman, “Assalamu’alaikum, ki sanak apakah kamu itu manusia malaikat atau jin ? Pemuda, “Aku adalah manusia biasa”. Nabi Sulaiman, “Kalau kamu manusia biasa, mengapa kamu bisa hidup ditempat seperti ini dan apa sebabnya kamu mendapat karomah dan kemuliaan yang sangat mulia ini dari Allah ? Pemuda, “Aku tidak tahu, tetapi sewaktu aku hidup di dunia aku sangat menghormati dan menyayangi kedua orang tuaku. Dahulu aku mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta. Keadaan ibuku sangat lemah, kemanapun aku pergi aku selalu menggendongnya dan aku selalu melayani apapun yang menjadi kebutuhannnya. Suatu hari ibuku berdo’a, “Ya Allah, apabila aku meninggal mendahului anakku nanti, berikanlah kemulyaan padanya, karena aku sangat menyayangi dan mencintainya. Tempatkanlah ia tidak di langit dan tidak di bumi”.
Pada suatu hari, setelah ibuku meninggal, aku berjalan-jalan di tepi laut untuk melihat pemandangan sambil melihat-lihat kekuasaan Allah. Saat itu aku di kejutkan oleh suatu benda yang bercahaya dari dalam laut. Lama-kelamaan benda tersebut naik ke permukaaan dan mulai menepi menghampiriku. Benda yang tidak lain adalah sebuah kubah putih dengan cahaya nya yang berkilauan itu mulai terbuka pintunya dan aku pun masuk ke dalamnya dan saat itulah pintunya tertutup dengan sendirinya. Setelah itu aku tidak tahu apakah aku berada di bumi atau di langit, dan Allah telah mencukupi segala kebutuhanku di dalamnya.
Nabi Sulaiman, “Bagaimana Allah memberikan rizki padamu”? Pemuda, “Ketika aku merasakan lapar maka dinding kubah ini mengeluarkan pohon yang berbuah yang buahnya tiada pernah aku temui di dunia dan di sebelahnya memancarkan air yang putih jernih lebih jernih dari air dunia dan rasanya lebih manis dari madu dan setelah aku merasa kenyang maka pohon serta mata air tadi kembali masuk dalam dinding kubah”. Nabi Sulaiman, “Bagaimana kamu mengetahui malam dan siang?” Pemuda, “Jika dinding kubah ini bersinar maka itu bertanda siang hari, dan jika sinarnya hilang maka itu bertanda malam hari”.
Melihat kejadian yang luar biasa itu, Nabi Sulaiman as. memuja dan mengagungkan nama Allah dan berdo’a agar kubah tersebut tertutup kembali dan memerintahkan pada jin untuk mengembalikan kubah tersebut ke asalnya yaitu di dasar laut yang dalam. (An Nawaadir)
Subscribe to:
Posts (Atom)